<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Fan-Economy on Ekonomi Metaverse dan Web3</title><link>https://metaversekonomi.com/tags/fan-economy/</link><description>Recent content in Fan-Economy on Ekonomi Metaverse dan Web3</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Wed, 21 Jan 2026 14:45:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://metaversekonomi.com/tags/fan-economy/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>NFT dan Dunia Musik: Mengubah Cara Musisi Mendapatkan Penghasilan</title><link>https://metaversekonomi.com/posts/nft-musik/</link><pubDate>Wed, 21 Jan 2026 14:45:00 +0700</pubDate><guid>https://metaversekonomi.com/posts/nft-musik/</guid><description>&lt;p&gt;Selama berabad-abad, industri musik dikendalikan oleh perantara besar seperti label rekaman, distributor, dan platform streaming. Para musisi sering kali tidak memiliki kendali penuh atas karya mereka, bahkan mendapatkan royalti dalam jumlah kecil meskipun lagu mereka diputar jutaan kali. Namun, sejak hadirnya &lt;strong&gt;Non-Fungible Token (NFT)&lt;/strong&gt; dan teknologi &lt;strong&gt;blockchain&lt;/strong&gt;, dinamika tersebut mulai berubah. NFT memberikan cara baru bagi musisi untuk menjual karya mereka langsung kepada penggemar — dengan kepemilikan yang transparan, kontrak otomatis, dan potensi pendapatan yang jauh lebih besar.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>